Akankah Bahasa Inggris Berhenti Menjadi Bahasa Bisnis Terbaik

Secara historis, bahasa Inggris tidak selalu menjadi bahasa bisnis yang dominan di Eropa. Dalam 18 abad, Perancis adalah bahasa hukum internasional dan diplomasi. 19 awal sampai 20 tahun, bahasa Jerman adalah bahasa utama yang digunakan. Prancis masih berlanjut hingga hari ini sebagai salah satu bahasa yang digunakan banyak badan internasional termasuk FIFA dan Komite Olimpiade Internasional.

BACA JUGA : INFO LENGKAP BELAJAR BAHASA INGGRIS

Ketika EEC (Komunitas Ekonomi Eropa) dibentuk pada tahun 1957, satu-satunya bahasa resminya adalah Jerman dan Prancis. Namun, ketika Inggris bergabung pada tahun 1973, bahasa Inggris menjadi bahasa resmi ketiga. Perubahan terbesar terjadi pada tahun 2004, ketika Uni Eropa diperbesar dengan penambahan negara-negara Blok Timur. Langkah ini memperkuat bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam bisnis sehari-hari di Eropa, dan posisi ini semakin mapan setiap tahun.

Pentingnya bahasa Inggris dalam bisnis

Di seluruh dunia, bahasa Inggris adalah bahasa resmi penerbangan, diplomasi, sains, media, komputer, dan pariwisata. Belajar Bahasa Inggris memberi Anda keunggulan kompetitif di pasar kerja, baik di negara asal Anda maupun di luar negeri.

Selain menjadi bahasa resmi 53 negara dan dituturkan oleh sekitar 400 juta orang di seluruh dunia, bahasa Inggris adalah bahasa bisnis internasional. Di dunia modern kita yang terhubung langsung, perusahaan multinasional mengangkangi semua penjuru dunia. Sedangkan Brexit terutama mementingkan hubungan antara Inggris dan Eropa.

Ketika Kerajaan Inggris berada di puncaknya, dikatakan bahwa ‘matahari tidak pernah terbenam pada Kekaisaran. Hal yang sama berlaku hari ini dari perusahaan multinasional saat ini.

Bahasa Inggris untuk komunikasi bisnis

Bahasa Inggris Bisnis menjadi mode komunikasi utama di seluruh perusahaan di seluruh dunia. Airbus, Daimler-Chrysler, Fast Retailing, Nokia, Renault, Samsung, SAP, Technicolor, dan Microsoft di Beijing hanyalah beberapa perusahaan internasional yang mewajibkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi perusahaan mereka.

Pada tahun 2010, Hiroshi Mikitani, CEO Rakuten (persilangan Jepang antara Amazon dan Ebay) membuat gelombang ketika dia membawa ‘Englishnization’, sebuah dekrit bahwa bahasa resmi perusahaan adalah bahasa Inggris. Dia memiliki rencana ekspansi besar dan percaya bahwa karyawannya yang dapat berbicara bahasa Inggris untuk bisnis sangat penting untuk pertumbuhan.

Semalam, 7.100 karyawan Jepangnya datang untuk bekerja untuk melihat menu kantin mereka dalam bahasa Inggris dan diberi tahu bahwa dalam waktu dua tahun mereka harus menunjukkan kompetensi pada sistem penilaian bahasa Inggris internasional atau penurunan pangkat atau pemecatan risiko.

BACA JUGA : CARA MUDAH DAN CEPAT BELAJAR BAHASA INGGRIS

Para pemimpin bisnis Jepang meremehkan, namun kebijakan itu membantu Rakuten tumbuh menjadi organisasi yang berwawasan luas, kuat, dan beragam. Pada 2015, skor rata-rata karyawan pada Tes Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional, atau TOEIC, telah mencapai 802,6 dari kemungkinan 990 poin. Naik dari naik 526,2 pada 2010. Skor di atas 800 menunjukkan kemampuan lanjut.

“Salah satu alasan di balik kesuksesan Rakuten adalah bagaimana kita sepenuhnya dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan secara global. Apa yang kita sebut ekosistem pengetahuan,” kata Mr Mikitani setelah perusahaannya melaporkan laba operasi Y29,04 miliar ($ 242) juta) untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2015, naik 28,7% dari tahun sebelumnya.

Apakah menurut anda bahasa inggris masih kurang penting untuk di peljari jika ingin sukses di dunia bisnis internasional.?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *